welterusten allemaal
have a nice sleep everyone.


profile

selfportrait 


MusicPlaylistRingtones
Music Playlist at MixPod.com



I'm just an ordinary girl who is used to be called as Gretta. The full name of Gretta is actually Margaretta Carolina. Does Carolina her surname or something like that? Hmmm... How can I explain this? This is kind a complicated story so better not to discuss it here. Hehehe. You may assume Carolina as my surname. :P

Gretta is now going to be a 20 years old not yet mature girl since she is really into animes and mangas specially Sailor Moon. She is also into figure skating so much. Unfortunately she can't improve her skills as good as when she was in her home country, Indonesia. She is also crazy of designs. Well this theme of her blog is designed by Leen (thanks for the cool skin)!!! She is a perfectionist. All the things she does have to be well done, and NOT half done (it's scary if I have to watch some blood on my meal!! (>,<)

She's now hardly studying architecture in the Netherlands. She speaks more Dutch than English nowadays - ever since she attends a Dutch university of appliances (Hogeschool van Amsterdam). She may not speak English fluently as before (or even her writing skill is becoming worse), but she can still understand what people are saying.



links

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Margaretta Carolina Siwalette
Margaretta Carolina Siwalette
Create Your Badge

tagboard

Free chat widget @ ShoutMix



Where i go
layout

best viewed with mozilla firefox
layout by leen.
editted by me

 



FW: FAKTA MENINGGAL NYA MAHASISWA INDONESIA DI SINGAPORE‏
Saturday, May 2, 2009 3:09 PM
I dont know about the truth of this case, but i just think that i have to share this to all of my friends. What would you do if you were me?

"Apa yang kita lakukan hari ini menentukan masa depan kita, so jgn pernah menunda apapun hari ini"


Peace Love God Bless

[g-rY] HaLLaTu


FYI,
Dari milis tetangga.
__
Hari ini (5/3-09) saya dan temen2 SD/SMP yang seangkatan sama David
Hartanto (Ming2) kita sama2 main kerumah keluarga Hartanto, sekedar
untuk menyampaikan bela sungkawa, serta mencari kebenaran yang
sesungguhnya karena kami tahu kalau David tidak akan melakukan hal-hal
yang seperti diberitakan oleh media. Disana kami disambut oleh kakak
David, dan orangtuanya, kebetulan kami datang bersamaan dengan
keluarga besar
Hartanto, jadi kami lebih banyak mengobrol dengan kakak
David, yaitu William Hartanto, atau dulu dikenal teman2 seangkatannya
dengan panggilan Weha.

Semakin lama mendalami kasus ini, makin banyak keanehan yang terbuka,
dan untuk adanya pemberitaan yang mulai menunjukkan kebenaran, kami
berterima kasih untuk rekan David
di NTU yaitu edwin, kami tahu dia
mempertaruhkan gelar sarjananya demi mengungkap kebenaran, karena itu
kami juga mau membantu menyebarkan kabar yang sesungguhnya.

Kejanggalan-kejanggalan yang ada:
1. Munculnya berita bahwa David menyerang Profesor Chan Kap Luk, lalu
bunuh diri, padahal tidak ada bekas sayatan di pergelangan tangan
seperti yang diberitakan, lalu darimana muncul berita tersebut? Untuk
apa dimunculkan berita palsu bahwa David menyayat pergelangan
tangannya?

2. Saat keluarga tiba disana senin malam setelah kejadian, keluarga
ingin langsung melihat jenazah David, namun
dihalangi oleh pihak2
tertentu, dengan alasan sudah peraturan, tentu saja keluarga harus
menurut, apalagi saat itu keluarga masih syok. Lalu saat diizinkan
melihat kondisi jenazah keesokan harinya, keluarga hanya diizinkan
untuk melihat jenazah bagian leher ke atas, sedangkan bagian tubuh
yang lain telah ditutupi
plastik. Keluarga Hartanto juga telah
mengkonfirmasikan ke pihak polisi Singapura, tidak ada luka di bagian
pergelangan tangan. Saat itu keluarga Hartanto juga melihat di bagian
leher depan (daerah leher dibawah bahu) terdapat banyak plesteran
luka.

Pertanyaannya. Untuk apa keluarga Hartanto menunggu 1 hari untuk
melihat jenazah keluarga kandung mereka sendiri? Mengapa jenazah harus
ditutupi oleh plastik? Apakah benar ada peraturan seperti itu? Atau
hanya karangan pihak2 tertentu saja untuk menutupi kenyataan? Darimana
asal luka di leher? Mengapa jenazah David terlihat berdarah cukup
parah di
bagian bokong?

3. Saat keluarga tiba di TKP senin malam, karena tidak diizinkan untuk
melihat jenazah, keluarga datang ke NTU untuk melihat TKP, namun saat
sampai, polisi tidak menemukan satupun bekas darah ataupun police
line. Hebat bukan? Hanya dalam waktu sekitar 7 jam sejak waktu
kejadian, TKP telah
bersih total, adakah alasan untuk buru2
membersihkan TKP?

4. Lalu keluarga datang melihat kamar David, dan apa yang ditemukan?
Ternyata semua peralatan komputer yang ada di kamar itu semua MENYALA.
Apakah seorang yang mau bunuh diri akan menyalakan semua peralatan
komputernya? Bahkan menurut kesaksian seorang teman, account MSN David
masih menyala. Apakah hal ini terlihat seperti David mau mengakhiri
hidupnya? Bahkan dia masih bermain game online sampai jam 2 pagi di
hari kejadian bersama teman yang tadi menjenguk keluarga David.

5. Pada ruangan profesor tertinggal tas David yang biasa dia bawa,
dan
tebak apa yang dia bawa dalam tasnya? Sebuah handuk dan botol air
mineral 1,5 L. (Semua yang mengenal Ming2 pasti tahu, dikelas, sejak
SD, Ming2 selalu membawa handuk, bahkan kadang dikalungkan di leher
saat berada di kelas, dia juga selalu membawa air minum yang banyak
karena mamanya selalu berpesan
untuk banyak mengkonsumsi air). Apakah
seorang yang mau membunuh, lalu bunuh diri, akan membawa barang
seperti itu? Akan jauh lebih mudah untuk membawa sebilah pisau yang
besar (lebih besar dari pisau berukuran 10cm yang muncul di TKP, yang
entah milik siapa).

6. Keluarga dihalang-halangi saat hendak bertemu dengan Profesor Chan
Kap Luk, dengan alasan, saat itu dia sedang di ICU, dan kenyataannya?
Hari rabu sang Profesor telah keluar dari rumah sakit. Apakah ada
catatan seorang yang menderita luka tusukan parah yang harus masuk
ICU, dapat keluar dari rumah sakit dalam tidak sampai 2 hari? Benarkan
sang
Profesor terluka? Atau hanya membaca koran sambil bersantai di
ICU?

7. Saat keluarga ingin bertemu dengan "saksi mata" yang melihat David
melompat dari lantai 4, pihak NTU menghalangi dengan alasan hal itu
harus dirahasiakan. Oke, kalau begitu, darimana kita tahu kalau benar2
ada orang yang melihat
kalau David benar2 melompat, bukannya terjatuh
ataupun dijatuhkan orang?

8. Data tentang David dan FYP (Final Year Project) nya telah dihapus
dari database NTU. Hanya dalam 2 hari, NTU langsung menghapus data
topik FYP yang sedang David kerjakan, adakah alasan khusus dibalik
keterburu-buruan pihak NTU untuk menghapus data tersebut? Tidakkah ada
rasa ingin mengenang salah satu mahasiswa berprestasinya, alih-alih
langsung menghapus data, seakan David tidak pernah kuliah disana?

9. Polisi Singapura menahan Laptop milik David dan akan dikembalikan
setelah penyelidikan selesai. Untuk apa?

10. Pisau yang
ada di TKP, dilaporkan berasal dari hall 4, itu hasil
investigasi? Atau hanya karangan? Seorang teman di NTU berkata bahwa
biasanya seorang dosen memiliki pisau kecil di ruangannya yang biasa
digunakan untuk memotong buah. Jadi? Itu pisau milik David Hartanto
atau Chan Kap Luk?

11. Waktu
kejadian adalah sekitar jam 10.45 waktu Singapura hari
Senin, apakah tidak terdengar aneh jika hanya sedikit sekali mahasiswa
yang ada dan menyaksikan kejadian? Adakah tekanan dari pihak NTU untuk
tutup mulut?

12. Senjata yang ditemukan -pisau buah 10cm- ditemukan tanpa gagang,
dimanakah gagangnya? Mengapa tidak dilakukan analisa sidik jari? Jelas
tidak mungkin menusuk seseorang tanpa menggunakan gagang pisau, jadi
entah siapapun yang menusuk siapa, pasti ada gagangnya, namun
pemberitaannya belum jelas.

Pemberitaan miring yang disebutkan media pun tidak berdasar, berikut
klarifikasinya:

1. David berniat
membunuh Profesornya lalu bunuh diri meloncat. Di
dalam ruangan tersebut hanya ada David dan Profesor, David telah
tiada, dan kesaksian yang bisa didengarkan hanyalah dari Profesor,
darimana kita tahu kalau kesaksian tersebut benar? Tanpa bukti2 yang
cukup, kesaksian Profesor tersebut tidak
bisa dijadikan alasan untuk
menyalahkan David.

2. David dikatakan stress karena beasiswanya dicabut, bahkan dia salah
sasaran, yaitu mengamuk ke dosen pembimbingnya. Tidakkah hal itu
terdengan sangat aneh? David sangat tahu dengan jelas bahwa
beasiswanya diberhentikan karena prestasinya menurun, bukan salah
Profesor itu. Pihak keluarga telah diberitahu sejak hari pertama
diberitahukan bahwa beasiswanya diberhentikan, dan pihak keluarga
menerima, dan mampu untuk membayarnya, David juga bersikap biasa2 saja
tentang pemberhentian beasiswanya. Bagi yang mengenal dia, tentu tahu
bahwa dia orang yang sangat cuek, hal ini juga
dapat dilihat dari post
edwin.

3. Dikatakan pula, bahwa David depresi karena tidak mampu
menyelesaikan FYPnya. Seorang rekan David disana menyatakan bahwa FYP
David hampir selesai. Dia tidak pulang ke Indonesia pada akhir
semester lalu, karena ingin berkonsentrasi menyelesaikan
FYPnya. Bagi
yang mengenal David, apalagi kami teman sekolahnya, tentu tahu, David
sejak dulu memang ketagihan game, tapi 1 hal, dia selalu mengerjakan
tugas dan PRnya dengan baik, tanpa bantuan orang lain apalagi menyalin
hasil pekerjaan orang lain. Jadi, jika dikatakan dia menyerang dosen
pembimbingnya karena FYPnya tidak selesai, hal itu benar2 tidak masuk
diakal.

4. David diberitakan pula menghilang dari pergaulan selama kurang
lebih 1 minggu sebelum kejadian, namun keluarga David tahu yang
sebenarnya, David sedang berkonsentrasi untuk menyelesaikan FYPnya,
jadi pernyataan bahwa David menghilang dari pergaulan karena
sedang
depresi dan ingin membunuh itu sangat tidak valid, karena saat itu dia
banyak chatting dengan kakaknya, bahkan bermain game online bersama
temannya di Indonesia. Terlihat seperti orang depresi yang mau
membunuh dosennya? Tidak sama sekali!

Saat ini fakta-fakta yang muncul
setelah menyingkirkan pemberitaan media
adalah:
1. David meninggal jatuh dari lantai 4, tanpa luka sayatan di
pergelangan tangan, dan dengan luka di bagian leher, serta bagian
bokong berlumuran darah.
2. Sang Profesor keluar dari rumah sakit dalam 2 hari, tanpa kejelasan
dan foto apakah dia terluka atau tidak.
3. Pisau tidak jelas berasal darimana, dan ditemukan tanpa gagang.
4. Pihak universitas menutup-nutupi kejadian ini.

Spekulasi dan kemungkinan-kemungkinan:

Apakah benar David menyerang profesor saat dia sedang membungkuk
menghadap ke layar komputer? Jika itu benar, maka tidak mungkin saat
ini profesor tersebut
telah pulang ke rumahnya dalam 2 hari sejak
kejadian.

Apakah sang profesor tersebut yang justru menyerang David?
Tidak tahu, namun jika ya, apa motifnya?

Saat ini santer beredar di Singapura kabar bahwa sang Profesor ingin
merebut FYP milik David. Hal ini didukung oleh
kesaksian teman David
yang mengatakan FYP David hampir selesai. Apakah mungkin seorang dosen
dan Profesor dari universitas terkemuka di negara maju mau merebut FYP
milik mahasiswanya sendiri? Apakah ini motif sesungguhnya? Kita tidak
tahu!

Apakah ada orang ketiga dalam kasus ini?
Kita tidak juga tahu.

Ming, saat ini lo udah gak ada, gak ada lagi yang bisa kita lakukan
buat lo, selain pulihin nama baik lo, dan menyatakan kebenaran, lo
istirahat yang tenang aja disana.

RIP, ming.

Kabarkan ini ke teman-teman, saudara, dan copylah tulisan saya ini di
blog/forum/facebook/friend
ster anda.


--
Please do
not print this email unless you really need to. “Think Green“.



0 comments