welterusten allemaal
have a nice sleep everyone.


profile

selfportrait 


MusicPlaylistRingtones
Music Playlist at MixPod.com



I'm just an ordinary girl who is used to be called as Gretta. The full name of Gretta is actually Margaretta Carolina. Does Carolina her surname or something like that? Hmmm... How can I explain this? This is kind a complicated story so better not to discuss it here. Hehehe. You may assume Carolina as my surname. :P

Gretta is now going to be a 20 years old not yet mature girl since she is really into animes and mangas specially Sailor Moon. She is also into figure skating so much. Unfortunately she can't improve her skills as good as when she was in her home country, Indonesia. She is also crazy of designs. Well this theme of her blog is designed by Leen (thanks for the cool skin)!!! She is a perfectionist. All the things she does have to be well done, and NOT half done (it's scary if I have to watch some blood on my meal!! (>,<)

She's now hardly studying architecture in the Netherlands. She speaks more Dutch than English nowadays - ever since she attends a Dutch university of appliances (Hogeschool van Amsterdam). She may not speak English fluently as before (or even her writing skill is becoming worse), but she can still understand what people are saying.



links

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Margaretta Carolina Siwalette
Margaretta Carolina Siwalette
Create Your Badge

tagboard

Free chat widget @ ShoutMix



Where i go
layout

best viewed with mozilla firefox
layout by leen.
editted by me

 



Kenapa? - Sharing tentang pacaran dong...
Thursday, September 4, 2008 12:37 PM
Gw bingung kalo mikirin masalah percintaan.

Ini sih bukan masalah gw sendiri, cuma masalah temen gw sama cowonya.
Sebenernya sih menurut gw sah2 aja punya cewe 2 karena gimanapun kalo masi dalam tahap pacaran kita kan harus seleksi sapa yang terbaik buat kita. Tapi giliran kalo uda menikah mah jangan coba2 cari pacar baru ato istri baru karena kita uda komitmen buat terikat dengan pasangan kita dalam ikatan PERNIKAHAN.

Itu yang ada di mata gw. HANYA SAJA... entah mengapa atau memang dasarnya sifat manusia yang tak pernah puas dan serakah ato whatever you call it, *khususnya buat cw2* pasti ga mau yang namanya di-dua-in sama cowo/cewenya. Kita pasti menganggap, "Dia kan cowo/cewe GUE." Kata "Gue"-nya itu yang menurut gw asal muasal dari semua kasus yang namanya cemburu, possessif, bersifat menguasai n sometimes overprotective sama pasangan lo.

Secara pribadi, gue juga suka berpikir, "Kenapa ngomong dan berpikir itu mudah, tetapi untuk melakukannya itu suliiit sekali?" Contoh kongkret aja dalam kehidupan sehari2. Kalo kita misalnya masi sekolah. SMP ato SMA (ini berdasarkan pengalaman dulu). Waktu minggu2 pertama tahun ajaran baru, kita komit: Gue harus belajar dengan baik dan ngerjain PR di rumah setiap kali ada PR. (ato) Gw harus serius belajar jauh hari sebelum ulangan, dan jangan pake sistem SKS (sistem kebut semalam). Tapi kenyataannya? Ga semua orang bisa bener2 memenuhi komitmennya itu. Kebanyakan sih mereka pada kegoda setan2 alaihim yang dapat dengan jelas kita lihat dalam kehidupan sehari2 anak2 muda pada saat ini seperti :

Internet
godaan terbesar dalam dunia maya walaupun tak dapat dipungkiri kita memerlukannya untuk komunikasi dan menggali ilmu pengetahuan. Friendster, facebook, blogspot, deviantart, MSN, yahoomess, hyves, email, semuanya ikut andil dalam tergodanya kita akan tak memenuhi komitmen yang telah dibuat jauh sebelumnya.

Games
Yaph... bermacam2 game telah dikembangkan sampai saat ini. Dari mulai congklak, gasing, totok lele (or whatever namanya gw lupa), tapak gunung, karet dan teman2 seperjuangannya. Biasanya sih yang kecantol maenan ginian kebanyakan sih anak2 cowo. Kaya game di PS1,PS2,PS3, Xbox 360, NITENDO WII (yang ini gw suka), WE, PES, FIFA, bola, Call of duty, serta mainan online yang lainnya.
Anak2 cw juga bisa ketagihan maen ginian seperti misalnya gw maen RPG di PSP gw, ato nitendo DS (berhubung gw ga punya itu tapi sepupu punya, kadang ketagihan juga gua).

Hobbies
Bermacam2 hobi dimiliki oleh setiap manusia. Contohnya kaya gue yang tergila2 sama ice skating. Obsesi banget dari kecil sampe sekarang. Kalo ga karena di Amsterdam ini (di Eropa tepatnya) figure skating hanya menjadi olahraga yang dimainkan per musim dingin saja, gw bakalan tiap hari latian (padahal ga mungkin jadi pro juga.

Kalo contoh laen... hmmm... ah... bisa juga hobby maen Billiard ato Pool ato Bowling ato maen Timezone yang bisa dapet tiket banyak. Gw juga dulu hobi banget maen biliard waktu masi di indo. Berhubung punya mobil sendiri, bisa keluyuran kemana2 gw, dan lagi itu adalah negara gw sendiri. Sekarang? kemana2 gue naek angkutan kota amsterdam, Metro, Tram, Kereta, Bus, dan menyusul akan gw pake SEPEDA GANTENG yang baru gw benerin kmaren... hahaha... Terlebih lagi ini negara Belanda dan bukan Negara gue sendiri. Dan gw ga bisa sebebas dulu karena gw tinggal sama oom gw yang sangat ketat dan aga konservatif gitu menurut gw... Ok jangan bicarain dia disini. cape gw mikirnya.

Dan segudang godaan lain yang dapat membuat komitmen2 kita sejenak untuk selang waktu yang cukup lama "terlupakan" dari ingatan kita.

Itu contoh komitmen belajar waktu sekolah dulu. Tapi yang mau gw omongin adalah...

Komitmen untuk TETAP saling mencintai dan menyayangi.

Ini dia yang menurut gue susah juga untuk dijaga. Dalam kondisi sebelum adanya pihak ketiga atau keempat atau kelima.

Awal2 pacaran pasti janji2, terus pake perumpamaan bahwa si dia adalah ini dan si aku adalah itu. Sehingga satu sama lain mendapatkan 'sugesti' bahwa kita bakalan terus jalan sampe 'istilahnya' dunia berakhir. *yaelah... ga ada umpama yang lain apa??*. Tapi kalo lo coba pikirin ya, ada benernya juga gw ngomong kaya gini. Karena entah mengapa pada dasarnya Love is BLIND or Love makes the lovers blind or Love is able to make someone blind. Kalo dalam kamus gw, pengertian 3 kalimat ini beda arti.

  1. Yang pertama Love is Blind ; cinta adalah buta. brarti cintanya yang buta, dia ga punya mata ato matanya rusak gara2 katarak ato apalah *garing deh gw*
  2. Yang kedua Love makes the lovers blind ; cinta membuat sepasang kekasih buta. Ini berarti Sepasang kekasih itu jadi buta dan ga bisa liat dunia luar selain mereka sendiri. (Kalo yang ini sih gw ga yakin baik ato ga. tapi kalo contohnya kawin lari karena ga disetujui ortu entah baik ato ga, yang penting mereka bahagia bersama kalo menurut gw)
  3. Yang terakhir Love is able to make someone blind ; cinta dapat membuat sesorang menjadi buta. Yang terakhir ini yang sebenernya masih AMBIGU. Tergantung dari sudut mana kita memandang. Kalo kita liat di sini (click to follow link), ini adalah arti harfiah dari bagaimana Cinta dapat membuat seseorang menjadi buta. Tapi kalo yang lain adalah karena sebegitu cintanya seseorang terhadap kekasihnya, dia akan melakukan apa aja supaya antara lain : buat sang pacar bahagia, buat sang pacar sedih, buat sang pacar cemburu, dan yang pasti buat sang pacar tambah sayang sama dia, dan terlebih hanya buat dia.
Itu yang biasa terjadi di kehidupan percintaan, tapi kadang ada juga kelompok orang2 yang pikirannya bener2 ga bisa ditebak apa maunya dan apa yang sebenernya mereka cari. Mereka sangat menyayangi dan mencintai pasangan mereka, tetapi dalam waktu yang sama mereka juga dapat menyakiti mereka. Atau ada juga yang lebih memprioritaskan TEMAN, KELUARGA, dan kemudian baru sang PACAR. Secara tidak langsung hal tersebut adalah hal yang sangat menyakitkan bagi setiap pasangan yang diperlakukan seperti itu. Dan hal ini terjadi kepada temen gw yang gw uda anggap kakak sendiri.

Selebihnya, ada juga kelompok orang2 yang kadang jatuh dalam titik jenuh masa pacaran (ada yang bilang bulan keempat ato bulan ketujuh, tapi yang pasti belom dalam angka tahunan pacaran). Bagi gw, hubungan yang masi dibawah satu tahun ini adalah hubungan yang belom bisa dikatakan hubungan pacaran, apalagi kalo uda masuk titik jenuh itu.

Bagi gue, mereka yang ada dalam titik jenuh ini disebabkan oleh "secara sadar atau tak sadar" masing2 pribadi belum bisa jujur terhadap diri sendiri ataupun terhadap pasangannya. Dan mereka biasanya "saling keras kepala dan mnahan diri" untuk tuker pikiran sama pasangannya, KENAPA MEREKA BISA BERADA DALAM TITIK JENUH TSB.

Sejujurnya ya, mereka masih bisa overcome semuanya asal satu atau kedua dari mereka menyadari apa yang telah terjadi, kekurangan dan kelebihan dll harus mereka diskusikan sehingga bisa menjadi titik terang dalam hubungan yang sudah buram2 mendung itu. Kalo satu dari mereka ga ambil inisyatif, bisa ada kemungkinan hubungan jadi VAKUM dan ga jarang berakhir dengan kata putus.

Masi banyak yang sebenernya pngn gw sharing-in. Cuma sekarang gw harus berangkat skul dan kalo bisa gw sambung lagi. Gw butuh tuker pikiran dari teman2 sekalian, jadi kalo bisa kasi komen ya...
4 comments