welterusten allemaal
have a nice sleep everyone.


profile

selfportrait 


MusicPlaylistRingtones
Music Playlist at MixPod.com



I'm just an ordinary girl who is used to be called as Gretta. The full name of Gretta is actually Margaretta Carolina. Does Carolina her surname or something like that? Hmmm... How can I explain this? This is kind a complicated story so better not to discuss it here. Hehehe. You may assume Carolina as my surname. :P

Gretta is now going to be a 20 years old not yet mature girl since she is really into animes and mangas specially Sailor Moon. She is also into figure skating so much. Unfortunately she can't improve her skills as good as when she was in her home country, Indonesia. She is also crazy of designs. Well this theme of her blog is designed by Leen (thanks for the cool skin)!!! She is a perfectionist. All the things she does have to be well done, and NOT half done (it's scary if I have to watch some blood on my meal!! (>,<)

She's now hardly studying architecture in the Netherlands. She speaks more Dutch than English nowadays - ever since she attends a Dutch university of appliances (Hogeschool van Amsterdam). She may not speak English fluently as before (or even her writing skill is becoming worse), but she can still understand what people are saying.



links

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket

Margaretta Carolina Siwalette
Margaretta Carolina Siwalette
Create Your Badge

tagboard

Free chat widget @ ShoutMix



Where i go
layout

best viewed with mozilla firefox
layout by leen.
editted by me

 



benci karena sayang.
Saturday, September 27, 2008 5:20 PM
Kududuk, tak enak.
Kuberdiri, tak enak.
Ingus meronta2 ingin dibuang.
Tissue habis.

Namun, air mata tetap mengalir, bagai hujan gerimis yang tak kunjung reda.
Hati ini begitu sakit menerima kenyataan yang harus dihadapi.
Tepat 48 jam lebih sedikit dia akan pergi.
Dan kuharus berkata bahwa ini tak dapat diterima.
Kubenci dia, kusayang dia.
Kubenci dia karena kusayang dia.
Ku sangat membenci dia karena ku sangat menyayangi dia.

Tissue habis, handukpun jadi korban.
Badan yang peluh penuh keringat basah.
Sekarang mukapun harus basah.
ditambah air mata yang membasahi selimut.
Hati ini sakit. sakit. walaupun sebenarnya ku tak perlu merasakannya.

Menangis di ruang yang sunyi, hanya ada suara isak tangis yang tertahan, dan melody lagu "Keep holding on", avril lavigne.
Sungguh mengena.

Dia telah merampas seseorang yang akhirnya dapat kuanggap sebagai kakak kandung.
Kakak perempuan itu tak akan pernah kembali kepada kehidupan selanjutnya.
Aku benci, tapi aku juga sayang.
Benci karena sayang.
Benar benar menyakitkan.


***


Bayangkan.

Kamu adalah anak perempuan satu2nya.
Tapi kamu sekarang hidup tidak bersama orang tuamu, melainkan bersama Paman, Bibi, dan dua saudara sepupu laki-laki di negri nun jauh disana bernama Bhayangkanlah.
Sepupu pertama hampir genap 23 tahun usianya, bernama katakan saja Urip.
Sepupu kedua genap 20 tahun pada 30 september mendatang, bernama katakan saja Joko.

Karena kamu tinggal di negri Bhayangkanlah untuk belajar, kamu juga harus belajar dan mengetahui dan juga harus bisa menguasai bahasa yang digunakan masyarakat setempat. Kamu belajar begitu keras untuk dapat menguasai bahasa Sumasota di negri Bhayangkanlah tersebut.

Joko adalah kakak sepupumu yang baik.

Urip memiliki kekasih bernama katakan saja Jamila yang sungguh2 dia cintai dan mencintai dia.
Jamila seringkali singgah ke rumah dimana kamu tinggal bersama keluarga si Urip - dan Urip sendiri - di negri Bhayangkanlah. Jamila seringkali membantu kamu dalam berbicara dan membaca dalam bahasa yang masih tergolong asing di telinga. Jelas karena selama 18 tahun kamu hanya menggunakan bahasa negrimu dan bahasa internasional. Dia begitu baik dan ramah kepadamu. Selalu mengajakmu pergi berkeliling ibukota negri Bhayangkanlah, mengajakmu ke tempat yang kamu suka, sedia mendengarkan semua ceritamu. Jamila sudah selayaknya kakakmu sendiri.

Urip memang manusia yang sulit untuk ditebak maunya apa. Dia memiliki perkumpulan yang menamakan dirinya "si penyokokong grup A". Si penyokong grup A adalah sekumpulan anak2 lelaki yang selalu berkelahi melawan penyokong grup lain. Misal : A, B, C, dst. Mereka berkelahi satu malam sebelum grup A bertanding melawan grup B.

Tak hanya pada saat harus berkelahi mereka berkumpul, namun hampir setiap hari mereka berkumpul untuk membicarakan hal yang sebenarnya tak perlu dibicarakan, dan sebenarnya tak perlu berkumpul ria. Mereka selalu berkumpul di sebuah rumah makan Wedi di pusat ibu kota Bhayangkanlah. Hampir setiap malam mereka berkumpul disana sekedar mengobrol - membicarakan hal yang tak penting - , dan sekedar meminum beberapa gelas tuak.

Jamila sebenarnya tak suka dengan perkumpulan dimana si Urip seakan "mengabdikan hidupnya". Dia tak mau jika sesuatu terjadi kembali kepada si Urip dan si Urip bahkan dapat tewas karena perkelahian yang sebenarnya tak perlu dilakukan. (flashback tentang Urip: Urip pernah ditahan selama beberapa bulan dan dikenai hukuman bekerja untuk pemerintah tanpa dibayar selama 2,5 tahun)

Di rumah makan Wedi, tempat si Urip biasa berkumpul, bekerja seorang wanita berusia 30 tahun bernama katakan saja Neni. Entah apa maunya si Neni ini dia selalu berusaha untuk mencari perhatian si Urip, pria tertampan di grup itu. Entah sejak kapan dia mulai memiliki rasa terhadap si Urip, padahal dia mengetahui dengan jelas bahwa si Urip sudah memiliki kekasih yang juga sering singgah ke Wedi untuk sekedar menemui sang kekasih.

Cerita sampailah pada titik peluh Jamila. Urip dengan tak jelas alasannya menjadi berbeda. Dia mengacuhkan semua surat dan panggilan yang diberi Jamila. Saat Jamila singgah kemaripun dia bersikap sangat tidak ramah. Kamupun bahkan merasakan aura tidak nyaman bila bersama diantara mereka. Kamu bahkan dapat merasakan kejanggalan mengapa si Urip berubah sikapnya secara drastis terhadap Jamila. Padahal sampai kemarin dulu mereka masih tergolong pasangan yang mesra.

Tak tersadari ternyata dihari itu Jamila meninggalkan sepucuk surat untuk si Urip yang menyatakan bahwa dia tak tahan lagi dengan sikap Urip yang tak dapat ditebak, dan beberapa hal lain yang tak mungkin diceritakan satu persatu disini. Di surat itu akhirnya dia menyatakan kata putus dengan si Urip.

Urip menjadi marah karena satu hal dari beberapa hal lain yang tak mungkin diceritakan satu persatu disini. Hatinya mungkin tersinggung karena itu. Dan satu hal yang pasti, dia sangat kecewa karena Jamila memutuskan hubungan mereka, padahal si Urip masih mencintainya dan *setelahnya* mengaku kepadanya bahwa dia dapat melihat masa depan bersama Jamila.

Sehari setelahnya Jamila mengetahui bahwa si Urip mendua dengan seorang pegawai yang bekerja di rumah makan Wedi. Hatinya sakit karena itu. Dia masih mencintai Urip namun nasi telah menjadi bubur. Hubungan mereka telah putus.

Seminggupun berlalu. Jamila tak pernah singgah kembali ke rumah, ya hanya beberapa kali untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadamu yang beberapa hari yang lalu genap berusia 19 tahun. Dan itu tepat pada saat si Urip tidak berada di rumah.

10 hari berlalu. Jamila menelponmu dan meminta kamu untuk menyampaikan pesan kepada Urip, bahwa dia merindunya. Kamupun menyampaikan pesan tersebut, dan kamu dapat melihat si Urip bertingkah aneh. Dia tampak tidak tak mengacuhkan pesan itu, tetapi bertanya, "kapan dia menelpon?" dan "siapa yang menelpon?". Hal itu cukup meyakinkan bahwa si Urip masih ada perhatian terhadap Jamila.

Jamila pun begitu. Akhirnya Jamila pada hari selanjutnya datang singgah kerumah untuk menonton beberapa film bersama Urip. Dan kemudian menginap di rumah. Mereka tampak seperti yang dulu dan kamu mengira semuanya akan baik2 saja. Hari kedua dia masih ada di rumah, dan sepulangnya kamu dari sekolah, kamu mendengar mereka bertengkar dengan nada yang tinggi. Namun kamu tak berani masuk ke dalam masalah itu bahkan untuk mengambil minum di bawah. Akan tetapi, dan sekali lagi tetapi, begitu pertengkaran mereda dan kamu berjalan kebawah mencari sesuatu yang dapat diminum, kamu mendapati mereka sedang berpelukan satu sama lain sambil mengeluarkan air mata.

Mereka kembali akur.

Sampai pada saat kemarin.

Jamila menghubungi kamu.
Mengatakan bahwa hubungan mereka benar-benar putus.

Jamila bercerita tentang si Urip yang malamnya menginap di rumah Jamila. Mereka berbicara banyak hal sebelum keberangkatan si Urip ke negri dimana ibunya lahir. Mereka berbicara tentang masalah mereka dan hubungan mereka.

Jamila tahu bahwa mereka masih saling mencintai dan meminta Urip untuk memilih antara dia dan Neni. Apakah dia akan terus berhubungan dengan Neni, si wanita 30 tahun itu atau kembali bersama dengan dia. Urip menjawab bahwa sebenarnya dia tak dapat memilih.

Mungkin sejujurnya dia mengharap dapat terjadi sesuatu yang baik bersama dengan Jamila. Namun Jamila telah merusaknya dengan kata putus yang telah tertumpah. Urippun memiliki gengsi dan harga diri dan pada akhirnya memilih si Neni.

Jamila merasa tak apa dengan keputusan Urip karena merekapun tak memiliki hubungan lagi. Namun dia berkata kepadamu bahwa dia tak mungkin lagi singgah ke rumahmu karena Jika dia singgah ke rumahmu, dia tak akan pernah bisa melupakan si Urip, mantan kekasihnya selama 6 tahun.

tak mungkin lagi singgah ke rumahmu
tak mungkin lagi singgah ke rumahmu
tak mungkin lagi singgah ke rumahmu
tak mungkin lagi singgah ke rumahmu
tak mungkin lagi singgah ke rumahmu
tak mungkin lagi singgah ke rumahmu
tak mungkin lagi singgah ke rumahmu
tak mungkin lagi singgah ke rumahmu
tak mungkin lagi singgah ke rumahmu

Kata itu terus menggema di kepalamu, di pikiranmu.

Seorang yang telah kau anggap sebagai kakak kandungmu tak akan kembali kesini.
kamu menyayanginya, begitupun dia.

Kamu ingin dia bersama Urip yang JUGA sangat kamu sayangi, namun itu tak mungkin terjadi lagi.

Kamu kecewa dengan keputusan si Urip untuk memilih si wanita 30 tahun itu yang mungkin sebenarnya tak dicintai si Urip.

Kamu kecewa kepada si Urip dan kesal dan sebal dan merasa benci karena dia telah merampas seseorang yang akhirnya dapat kamu panggil 'kakak' dari hidupmu.

Kamu benci dia tapi juga sayang dia.
Kamu benci dia KARENA kamu juga menyayangi dia.
Kamu merasa SANGAT MEMBENCINYA dan karena KAMU JUGA SANGAT MENYAYANGINYA....


Apakah yang akan kamu lakukan sekarang?
0 comments